Cara Membuat ID LINE Messenger Menjadi Link Url Web
Mungkin ada pengguna LINE yang ingin menyebarkan ID LINE nya di blog/web untuk keperluan bisnis atau sekedar berbagi ID LINE tetapi yang kita tahu untuk mendapatkan ID LINE kita hanya berupa nama atau nomer.
Kali ini Devi ingin berbagi untuk yang belum tahu bagaimana agar ID LINE kita bisa menjadi link url agar dapat diakses melalui browser jadi tinggal tap dari browser nanti akan otomatis diarahkan ke aplikasi LINE messenger untuk menambahkan teman.
Update cara paling termudah untuk mengubah id LINE menjadi link url :
Cara ke 1 (versi terbaru)
1. Kamu hanya perlu menambahkan id line kamu di bawah ini
http://line.me/ti/p/~
2. Ubah menjadi http://line.me/ti/p/~ID_LINE_kamu
contoh menambahkan id line Devi menjadi
http://line.me/ti/p/~deviadelina
3. Untuk menemukan id line kamu berada di settings > profile > id line.
Cara ke 2 (versi lama)
Untuk membuat sebuah ID LINE dapat di akses melalui url browser seperti ini contohnya
http://line.me/ti/p/wf4BThwKSG
caranya cukup mudah, berikut tutorialnya :)
1. Buka LINE masuk ke menu Add friend.
2. Pilih invite.
3. Pilih invite friend by Email atau SMS. (jika email kosong silakan invite by SMS)
4. Pilih salah satu email dan tap tombol invite.
5. Akan ada pop up notif “Complete action using” pilih Gmail.
6. Kemudian terakhir liat dan scroll ke bawah pesan email ada link url, nah link url itu adalah id LINE kamu.
Seperti ini contohnya :
http://line.me/ti/p/wf4BThwKSG
Selesai selamat mencoba ^^
Kamis, 07 April 2016
Kamis, 10 Maret 2016
Pengertian Keputihan
Saat mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari vaginanya. Lendir yang diproduksi oleh serviks atau leher rahim dan kelenjar dalam vagina ini akan keluar dengan membawa sel-sel mati serta bakteri.
Jumlah, warna, serta kekentalan lendir karena keputihan tergantung pada siklus menstruasi yang dialami. Lendir yang normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan, tidak berbau, dan tidak disertai gatal-gatal atau rasa perih pada daerah vagina.
Jika mengalami keputihan dengan gejala berbeda, sebaiknya waspada. Misalnya, ada perubahan pada warna dan kekentalan lendir, jumlah lendir yang berlebihan, bau lendir yang tajam, pendarahan di luar jadwal haid, serta rasa gatal di sekitar vagina dan nyeri pada perut.
Keputihan yang tidak normal juga sangat jarang dialami oleh remaja putri yang belum melewati masa pubertas dan wanita yang telah menopause. Karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika Anda, anak Anda, atau anggota keluarga lain mengalaminya.
Jenis-jenis Keputihan yang Tidak Normal
Keputihan yang tidak normal umumnya terjadi karena infeksi. Kondisi ini juga terkadang dapat menjadi indikasi dari penyakit-penyakit tertentu sehingga sebaiknya diwaspadai. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis keputihan yang tidak normal:
Keputihan dengan lendir berwarna cokelat atau mengandung darah
Keputihan
ini umumnya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur.
Tetapi tetap perlu diwaspadai karena walau jarang, bisa menjadi indikasi
dari kanker serviks atau rahim.
Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan
Rasa
nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil serta mengalami
pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks yang
menyertai keputihan, dapat mengindikasikan gonore atau chlamydia (klamidia). Jika dibiarkan, kedua penyakit menular seksual
ini dapat memicu infeksi serius pada organ reproduksi wanita. Karena
itu, segera temui dokter untuk menjalani pengobatan dengan antibiotik.
Keputihan dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berbuih
Jenis keputihan ini biasanya disebabkan oleh trikomoniasis,
yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Lendir
akibat infeksi ini biasanya berjumlah banyak, berbau amis, dan disertai
rasa perih saat buang air kecil. Pembengkakan dan gatal-gatal di sekitar
vagina juga dialami penderita trikomoniasis. Infeksi ini juga dapat
diobati dengan antibiotik.
Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital
Penyebab
jenis keputihan tidak normal ini biasanya adalah herpes genital.
Penyakit ini akan menyebabkan munculnya lepuhan atau luka seperti
sariawan yang terasa sakit di sekitar organ intim. Metode pengobatannya
bisa dengan mengonsumsi tablet antivirus. Penyakit ini berpotensi untuk
kambuh di masa yang akan datang.
Keputihan dengan lendir berwarna merah muda
Jenis keputihan ini disebabkan oleh proses peluruhan dinding rahim setelah wanita melahirkan.
Keputihan dengan lendir yang cair atau berwarna putih dengan rasa gatal
Keputihan
ini dipicu oleh infeksi jamur atau ragi dan menyebabkan munculnya
lendir yang cair atau berwarna putih seperti susu kental, tapi tanpa bau
yang menyengat. Gejala lain yang biasanya menyertai adalah rasa gatal
yang parah dan rasa perih di sekitar vagina juga rasa sakit saat
berhubungan seks. Infeksi ini tidak menular melalui hubungan seks dan
umum dialami oleh sebagian besar wanita. Pengobatannya dapat dilakukan
dengan obat antijamur yang dijual bebas di apotek.
Keputihan dengan lendir berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis
Perubahan
keseimbangan pada jumlah bakteri normal di vagina dapat menyebabkan
infeksi vaginosis bakteri. Lendir keputihan yang muncul akan berbau amis
dan berwarna putih atau abu-abu, tapi tidak disertai rasa gatal atau
iritasi. Ini juga termasuk infeksi yang umum terjadi dan tidak menular
melalui hubungan seks. Infeksi ini dapat ditangani dengan antibiotik.
Menghitung Masa Subur Wanita setelah Haid
Apa yang dimaksud dengan siklus haid atau menstruasi?
Siklus haid adalah rentang hari sejak hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya. Siklus haid yang normal adalah setiap 21 – 35 hari. Hari ke-1 (satu) pada siklus haid adalah hari pertama haid terjadi.
Kapan dimulainya masa haid?
Haid dimulai pada hari pertama saat dinding rahim meluruh dan menjadi darah, keluar dari vagina. Pada masa haid, sel telur akan berkembang di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur tersebut, peristiwa ini disebut ovulasi.
Kapan ovulasi terjadi?
Umumnya ovulasi terjadi sekitar 12 – 14 hari sebelum hari pertama haid. Sebenarnya, hari ketika terjadi ovulasi bergantung pada siklus haid Anda. Jika siklus Anda pendek, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi dapat terjadi hanya beberapa hari setelah haid berakhir. Jadi, waktu ovulasi bisa berbeda pada tiap wanita. Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui siklus haid Anda agar dapat memperkirakan waktu ovulasi.
Kapan masa subur Anda?
Masa subur Anda berkisar di sekitar waktu ovulasi, kira-kira dalam lima hari sebelum ovulasi terjadi. Umumnya masa subur wanita adalah 12 – 16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dalam kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 hingga hari ke-17 setelah hari pertama haid sebelumnya. Hal tersebut berlaku bagi wanita yang mempunyai siklus haid teratur 28 hari. Namun, bila siklus Anda berbeda, Anda dapat coba mempelajari dan menghitung kapan masa subur Anda.
Hal yang menjadi tantangan adalah pada umumnya lama masa haid wanita bisa berubah dari waktu ke waktu, biasanya berlangsung 2-7 hari. Kondisi ini membuat ovulasi dapat berbeda sepekan lebih cepat atau lebih lambat dibanding periode selanjutnya.
Di sisi lain, selain proses ovulasi, kehamilan sangat ditentukan oleh proses sperma menjangkau sel telur. Agar dapat hamil, sel telur yang telah matang ini harus dibuahi dalam waktu 12 hingga 24 jam.
Menghitung Sendiri
Pendeknya periode 12 – 24 jam waktu sel telur harus dibuahi membuat pentingnya mendeteksi di hari-hari apakah wanita berada pada posisi paling subur. Umumnya masa subur ini dihitung berdasarkan catatan dan analisis siklus haid selama setidaknya 8 bulan terakhir.Perkiraan masa subur dapat dihitung dengan rumus berikut:
- Ketahui siklus terpendek Anda. Misal: 27 hari. Kurangi angka ini dengan 18. Hasilnya: 9. Angka ini adalah hari pertama saat Anda berada pada posisi paling subur.
- Ketahui siklus terpanjang Anda. Misal: 30 hari. Kurangi angka ini dengan angka 11. Hasilnya: 19. Angka ini adalah hari terakhir saat Anda paling subur.
Untuk semakin memperkuat prediksi hari paling subur, Anda dapat menggunakan beberapa indikator lain seperti:
Suhu basal tubuh meningkat.
Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat bangun di pagi hari. Suhu
normal adalah 35,5 – 36.6 derajat celcius. Namun jika suhu tubuh Anda
naik sedikit lebih tinggi dari angka tersebut, ini dapat berarti Anda
telah mengalami ovulasi dalam 1 – 2 hari terakhir.
Adanya lendir dari mulut rahim.
Lendir dapat terjadi mulai dari yang kental, basah, hingga yang kental,
semi-transparan. Perubahan lendir ini menunjukkan perubahan kadar
hormon estrogen pada tubuh, yang juga menjadi pertanda apakah ovulasi
segera terjadi. Anda disebut berada pada masa sangat subur ketika cairan
ini berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah.
Cairan inilah yang akan memperlancar dan melindungi jalannya sperma
menuju tuba falopi untuk bertemu sel telur.
Nyeri ringan hingga berat pada perut atau salah satu bagian punggung.
Beberapa wanita merasakan hal ini di sekitar masa ovulasi. Rasa sakit
ini sebenarnya dapat menjadi salah satu tanda untuk membantu mendeteksi
masa paling subur.
Perasaan lebih bergairah. Sebagian wanita merasakan lebih bergairah, lebih bersemangat, dan lebih mudah bersosialisasi saat mengalami masa subur.
Detail Siklus Haid
Untuk lebih memperjelas apa saja yang terjadi setelah masa haid wanita, berikut adalah detail siklus haid dari hari ke hari secara umum:
Hari ke-1 sampai 5:
- Menstruasi terjadi karena tidak ada pembuahan atau Anda tidak mengalami kehamilan.
- Kadar progesteron dan estrogen menjadi rendah.
- Suhu tubuh 35.5 – 36.6 derajat Celcius.
Hari ke-6 sampai 7: Otak memproduksi hormon-hormon yang kemudian akan merangsang pembentukan sel telur.
Hari ke-8 (dapat memanjang hingga hari ke-12): Dinding rahim kembali menebal dan membuat suplai pembuluh darah meningkat, sebagai persiapan untuk menerima sel telur yang dibuahi.
Hari ke-10: lendir vagina menjadi pekat dan lengket.
Hari
ke-12: lendir vagina menjadi lebih bening, licin, dan elastis,
menandakan ovulasi telah dekat. Walau ovulasi masih beberapa hari lagi,
hubungan seksual yang dilakukan di masa ini dapat berujung pada
kehamilan karena sperma bisa bertahan hidup 2-5 hari di dalam tubuh
wanita.
Hari ke-13: estrogen meningkat secara drastis sebelum akhirnya menurun.
Hari
ke-14: kadar estrogen mulai turun. Hal ini memicu produksi hormon lain
yang menyebabkan ovarium melepaskan sel telur. Ini disebut ovulasi. Sel
telur dapat bertahan hidup sekitar 12-24 jam.
Hari ke-15-22: jika tidak terjadi pembuahan, umumnya masa subur sudah berakhir.
Warna lendir menjadi keruh dan pekat.
Hari
ke-25-27: karena tidak terjadi pembuahan, kadar progesteron mulai
menurun dan lendir menjadi kental atau tidak diproduksi sama sekali.
Hari
ke-28: tidak terjadinya pembuahan berarti kadar hormon estrogen dan
progesteron terus menurun. Dengan menurunnya kadar hormon-hormon
tersebut, menstruasi pun dimulai esok hari.
Langganan:
Postingan (Atom)